Untukmu, Para Ibu Yang Lelah

(Ustadz Budi Ashari, Lc)

Pekerjaan rumah tidak ada habisnya. Dari berantakan… rapi…. Tidak lama berantakan lagi.
Dari kotor….bersih….tidak lama kotor lagi. Anak-anak, suami, dapur, rumah dan seterusnya…dan seterusnya….

Ali bin Abi Thalib sebagai suami menuturkan betapa lelah istrinya mengurusi rumah yg tak seberapa besar itu. Tangan Fatimah putri Nabi yg mulia itu menjadi keras dan kasar karena harus menumbuk dan mengadoni sendiri dengan menggunakan roha (alat tumbuk saat itu). Hingga suatu hari mereka berdua mendengar bahwa Nabi mendapatkan budak yg bisa dijadikan pembantu.

Fatimah datang utk memohon pembantu dari ayah mulia Rasulullah. Tapi Rasul tidak ada di tempat. Fatimah hanya berjumpa Aisyah. Aisyah berjanji menyampaikannya.

Malam itu, saat Ali dan Fatimah sudah bersiap istirahat dan telah berbaring. Ayahanda Rasulullah datang…
Keduanya bersegera ingin bangun.
Rasul berkata: “Tetaplah di tempat kalian berdua.”

Beliau mendekat dan duduk di antara mereka berdua hingga Ali merasakan dingin telapak kaki beliau mengenai perutnya.

Kemudian ayahanda Rasulullah berkata:
“Maukah aku tunjukkan pada kalian berdua yg lebih baik dari yang kalian minta? Jika kalian berdua sudah hendak tidur maka bertasbihlah 33 kali, bertahmidlah 33 kali dan bertakbirlah 34 kali. Itu lebih baik bagi kalian berdua dari seorang pembantu.”

Jika itu Fatimah, maka inilah ibunya Khadijah radhiallahu anha.
Jibril pernah datang kepada Nabi. Tapi kedatangannya kali ini bukan menyampaikan ayat. Jibril datang turun dari langit yg tujuh sana hanya utk menyampaikan memberi salam. Salam untuk istri Nabi, Khadijah yg mulia.

Jibril berkata:
_”Wahai Rasulullah, ini Khadijah akan datang membawa periuk ada lauk di dalamnya. Jika dia nanti datang sampaikan salam dari Rabb nya dan dariku. Dan beritakan untuknya kabar gembira tentang surga yang tidak ada kegaduhan dan tidak ada kelelahan di dalamnya.”

(Salam dari kami para ayah untuk para ibu yg lelah. Dua kisah istimewa dari dalam rumah nubuwwah. Untukmu para ibu…..
Selamat ibu, dengan semua kelelahan urusan rumah. Semoga salam Allah dan para malaikat untukmu dan surga balasan tertinggimu.
Salam untukmu para ahlul bait…)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.